Kartu Kation Anion sebagai Media Pembelajaran Materi Tata Nama Senyawa

    Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’ atau ’pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach & Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’, atau ’pengantar’. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. AECT (Association of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering diganti dengan kata mediator, dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran (Azhar Arsyad, 2010: 3). Berdasarkan hasil uraian di atas, pentingnya media pembelajaran yaitu sebagai penyampai pesan dari suatuu perantara sumber ke suatu objek untuk menerima pesan dalam suatu pembelajaran. (Bovee, 1997)

    Menurut Anderson (1987) yang dikutip Bambang Warsita (2008: 123). Media dapat dibagai dalam dua kategori, yaitu alat bantu pembelajaran (instructional aids) dan media pembelajaran (instructional media). Alat bantu pembelajaran atau alat untuk membantu guru (pendidik) dalam memperjelas materi (pesan) yang akan disampaikan. Menurut Daryanto (2011:101) kelemahan-kelemahan dari media, khususnya media gambar antara lain: (1) Beberapa gambarnya sudah cukup memadai, tetapi tidak cukup besar ukurannya jika digunakan untuk tujuan pengajaran kelompok besar, kecuali jika diproyeksikan melalui proyektor. (2) Gambar adalah berdimensi dua sehingga sukar untuk melukiskan bentuk sebenarnya yang berdimensi tiga. Kecuali jika dilengkapi dengan beberapa gambar untuk objek yang sama atau adegan yang diambil dilakukan dari berbagai sudut pemotretan yang berlainan. Selain itu, media berbasis komputer biasanya menghabiskan biaya yang relatif mahal dan memerlukan seorang ahli di bidang IT.

    Hamalik (1986) yang dikutip Azhar Arsyad (2010: 15), mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada orientasi pembelajaran akan sangat membantu keaktifan proses pembelajaran dan menyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Levie & Lentsz (1982) yang dikutip Hujair AH. Sanaky (2009: 6), mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual. Menurut Edgar Dale (1969), manfaat media audio visual telah disajikan piramida kebutuhan pada gambar 1. Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci. Kemp dan Dayton (dalam Depdiknas, 2003) mengidentifikasikan beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu: (1) penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan, (2) proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik;. (3) proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, (4) efisiensi dalam waktu dan tenaga, (5) meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, (6) media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, (7) media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar, (8) mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

    Berdasarkan uraian di atas, media pembelajaran di kelas yang baik adalah media yang disesuaikan dengan materi dan kebutuhan siswa di lapangan. Sesuai isi silabus dari kurikulum yang digunakan (kurikulum 2013). Media yang dipilih adalah media yang sesuai dengan keadaan di lapangan, berdasarkan sarana dan prasarana yang tersedia. Keefektifan dan keefisienan media dilihat dari kepraktisan, keawetan, biaya yang relatif terjangkau, dan multi fungsi.

    Pembelajaran kimia di sekolah merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib ada pada peminatang bidang mipa di kurikulum 2013. Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah merupakan pengorganisasian kompetensi inti, matapelajaran, beban belajar, dan kompetensi dasar pada setiap Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. (Permendikbud no. 69, 2013). Materi tata nama senyawa adalah materi mata pelajaran kimia kelas X Semester 2 berdasarkan silabus yang ada pada kurikulum 2013. Tujuan dari pembelajaran ini adalah siswa mampu memahami dan mengerti tata penemaan senyawa organik dan anorganik sederhana berdasarkan tata nama IUPAC. (Kemendikbud, 2013). Materi ini menyesuaikan dengan kurikulum 2013, yaitu pada KD 1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif; KD 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif ) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari; KD 2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama,santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam; KD 2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan; KD 3.10 Menerapkan aturan IUPAC untuk penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana; dan KD 4.10 Menalar aturan IUPAC dalam penamaan senyawa anorganik dan organik sederhana. Kompetensi-kompetensi dasar tersebut telah mencakup semua Kompetensi Inti yang harus ada di Kurikulum 2013 untuk materi Tata Nama Senyawa.

    Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan di SMA N 5 Semarang pada tanggal 14 April 2016, guru menggunakan media PPT. Metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah tanya jawab dan diskusi dengan model kooperatif pada pembelajaran tata nama senyawa. Materi pokok Tata Nama Senyawa membutuhkan pemahaman konsep, dan kemampuan mengingat. Oleh karena itu diharapkan dengan model pembelajaran kooperatif yang memungkinkan siswa berdiskusi dan bertukar pikiran dengan teman temannya dapat memudahkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Media Power Point adalah suatu aplikasi dalam paket microsoft office. Kelebihan dari media ini adalah dapat menampilkan tulisan, gambar, grafik, serta suara. Media power point presentation merupakan salah satu dari media komputer. Menurut Oemar Hamalik (1994 : 19) "Komputer adalah salah satu teknologi canggih yang memiliki peran utama untuk memproses informasi secara cepat dan cermat dengan hasil yang akurat." Selain memiliki kelebihan yang telah disebutkan, media ini masih mempunyai kekurangan, yaitu (1) tidak semua materi dapat disajikan dengan media ini, (2) harus mempunyai keahlian khusus mengoperasikan komputer, (3) sarana dan prasarana harus tersedia, seperti komputer, LCD, dan proyektor. (Raras, 2012)

    Media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar sering pula disebut sebagai bahan pengajaran/bahan ajar (Arsyad, 2008: 6). Metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas adalah konstuktivisme dengan model discovery learning, yaitu siswa menemukan sendiri.Bahan ajar dapat didefinisikan sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training dalam Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas, 2008). Berdasarkan hasil penelitian yang telah ada, media adobe flash telah digunakan untuk pembelajaran kimia di SMA, yaitu dengan metode permainan yang menyenangkan, sehingga dapat membangkitkan emosi dan minat siswa untuk mempelajari materi kimia. Media ini memiliki kelebihan yaitu sebagai media interaktif dengan animasi, Pembelajaran kimia berbasis komputer dengan media video game menunjukkan bahwa siswa sangat menyukai cara penyajian materi secara interaktif dan mereka mendapatkan pemahaman yang bagus atas materi kimia yang disajikan dalam media (Hernandez & Joe, 2010). Berdasarkan penelitian yang sudah ada, media ini masih mempunyai berbagai kelemahan, yaitu (1) menghabiskan biaya yang relatif mahal, (2) sarana dan prasarana harus memadahi yaitu media komputer, LCD, dan proyektor, (3) harus ada ahli dalam bidang IT untuk mengoperasikannya.

  Berdasarkan media yang digunakan yaitu PPT dan Adobe Flash, maka akan dikembangkan sebuah media untuk pembelajaran mata pelajaran kimia pada materi pokok Tata Nama Senyawa di SMA N 5 Semarang, yaitu Kartu Kation Anion. Kartu Kation Anion ini mengadopsi pada media yang sudah dijabarkan dari penyampaian materi dengan PPT yang telah digunakan guru dan model permainan yang digunakan dalam media flash. Kartu ini didesain dengan pengisisan kation-anion untuk senyawa-senyawa organik dan anorganik sederhana. Desain kartu disajikan pada gambar 2. Cara bermain seperti bermain kartu pada umumnya. Media kartu kation-anion ini diharapkan dapat menambah minat siswa untuk mempelajari materi Tata Nama Senyawa dan sebagai alat evaluasi bagi gurru apakah siswa sudah benar-benar paham mengenai materi Tata Nama Senyawa.

    Pada tanggal 14 April 2016, secara kelompok kami telah melakukan observasi di SMA Negeri 5 Semarang. SMA N 5 Semarang telah menerapkan kurikulum 2013. Di sekolah tersebut terdapat 8 kelas X MIA. Obyek observasi adalah kelas X MIA 6 yang diampu oleh Ibu Sovhi Retnowati. Guru menerangkan dengan beberapa cara. Aktivitas guru di kelas saat dilakukan observasi yaitu dengan menggunakan media papan tulis. Aktivitas siswa (disediakan pada gambar 1) terbatas pada saat guru menyuruh siswa membaca materi atau soal, kelmudian guru menjelaskan lebih rinci di papan tulis. Berdasarkan hasil observasi, aktivitas antara guru dengan siswa kurang begitu terlihat, melihat metode yang digunakan terbatas pada papan tulis pada saat itu. Siswa menjadi enggan memperhatikan penjelasan guru. Interaksi siswa dengan media yang digunakan guru (papan tulis) juga dirasa kurang, karena siswa hanya membacakan materi atau soal dari sumber belajar baik LKS maupun buku paket.

   

    Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru, telah disediakan lampiran 1. metode yang digunakan guru dalam pembelajaran adalah diskusi, tanya jawab, dan ceramah. Media yang digunakan berdasarkan wawancara dengan guru biasanya adalah LCD (digunakan untuk PPT), dan papan tulis. Alasan guru menggunakan media PPT adalah lebih mudah untuk dibuat, selain itu, sarana dan prasarana juga mendukung, sudah ada LCD dan proyektor. Menurut guru, dengan media tersebut, siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Sedangkan sumber belajar yang digunakan yaitu berupa LKS dan buku paket SMA. Hasil belajar mengenai tata nama senyawa dengan media tersebut hasilnya sudah cukup baik. Namun, pada saat observasi, guru hanya menggunakan media papan tulis dengan metode ceramah dan tanya jawab. Aktivitas siswa juga dirasa masih kurang.

    Observasi selanjutnya dilakukan di hari lain, yaitu pada tanggal 21 dan 28 April 2016 di kelas yang sama. Setelah itu dilakukan wawancara dengan tiga orang siswa yang diambil berdasarkan hasil belajar atau ulangan harian materi tata nama senyawa dari yang sudah baik, sedang maupun masih kurang. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa yang disediakan dalam lampiran 2. Media yang digunakan guru biasanya adalah papan tulis dan LCD (PPT) serta terkadang membawa alat peraga laboratorium. Metode pembelajaran yang dilakukan guru adalah tanya jawab dan ceramah, yaitu dengan cara siswa disuruh untuuk membaca LKS kemudian guru menerangkan di papan tulis. Cara tersebut menurut siswa kadang menyenangkan jika materinya cukup mudah, tapi membosankan jika guru menjelaskan terlalu cepat dan siswa tidak paham saat diterangkan guru. Sehingga menyebabkan siswa mengantuk dan pembelajaran kurang efektif. Terutama untuk materi redoks yang butuh pemahaman dan tata nama senyawa yang banyak hafalan. Hal tersebut menyebabkan hasil belajar siswa menjadi kurang baik.

Selanjutnya adalah pembuatan Naskah Media. Naskah Media berisi mengenai desain kartu yang akan dibuat dan divalidasi oleh guru. Adapun contoh naskah media  dan Tata Cara Permainan dapat dilihat di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>