Manfaat dan Mudharat Unsur Emas (Aurum) menurut Islam

Emas merupakan unsur ke-79 pada Tabel Periodik Unsur, Emas /atau Aurum (Au) adalah salah satu yang lebih dikenal dari kelompok itu
Ciri fisik emas:

  • Jumlah proton dalam inti : 79 Atom 
  • Simbol ( pada Tabel Periodik Unsur ) : Au 
  • Berat atom ( massa rata-rata atom ) : 196,9665
  • Kepadatan : 19,3 gram per sentimeter kubik 
  • Fasa pada Suhu Kamar: Padat Melting Point : 1,947.7 derajat Fahrenheit ( 1,064.18 derajat C ) 
  • Titik didih: 5162 derajat F ( 2.850 derajat C ) 
  • Jumlah isotop ( atom dari unsur yang sama dengan jumlah neutron yang berbeda ) : Antara 18 dan 59 , tergantung di mana garis untuk isotop diambil . 
  • Banyak isotop emas artifisial diciptakan stabil untuk mikrodetik atau milidetik sebelum membusuk menjadi elemen-elemen lainnya . Salah satu isotop stabil . 
  • Isotop yang paling umum : Au – 197 , yang membuat 100 persen alami emas.

Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: 'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISO-nya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius.

Emas merupakan logam mulia karena sukar beraksi dengan asam, Emas merupakan logam transisi yang hanya dapat bereaksi denga larutan aqua regia, yaitu campuran antasa HCl dan HNO3 pekat dengan perbandingan 3 : 1. Sifat emas yang sukar bereaksi tersebut membuat manusia memanfaatkannya untuk perhiasan yang dikenakan wanita. Namun bagaimana dengan pria? Tentu kalian pernah mendengar kalo umat islam melarang kaum pria memakai emas.mungkin diantara kalian bertanya-tanya kenapa islam melarang ya, padahal kan bukan barang haram. Kalau haram tentu wanita juga dilarang memakai emas. Ternyata bukan karena takut kaum wanita tersaingi tapi karena ada alasan lain yang baru bisa dibuktikan pada abad ke 20. Berikut hadist nya.

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum pria memakai cincin emas [Al-Bukhari dan Muslim] masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang pria memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dan Imam Muslim.

Ternyata di abad ke 20 para ahli kimia dan fisika telah menyelidiki hal ini dan kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas). Apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Sebab jika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit alzheimer.

Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.

Namun, mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas? Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi. Itulah sebabnya islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.

Bagaimana dengan emas putih? Apabila emas putih yang dimaksud adalah emas kuning (aurum) yang dicampur dengan unsur-unsur logam putih, seperti nikel, palladium sehingga berubah warna aslinya dari kuning menjadi putih, maka hukum mengenakan 'emas putih' ini bagi seorang pria adalah haram. Sebab, penyepuhan tersebut tidaklah menghilangkan zat aslinya, yaitu emas kuning.

Ketentuan tersebut, sebagaimana hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah melihat sebuah cincin dari emas di tangan seorang pria, maka beliau pun melepas dan membuangnya. Dan Rasulullah bersabda, "Salah seorang di antara kalian sengaja menginginkan bara api dari neraka dengan mengenakannya (cincin emas) di tangannya."

Kemudian dikatakan kepada pria itu setelah Rasulullah SAW pergi, "Ambillah cincinmu dan manfaatkanlah." Orang itu berkata, "Tidak, demi Allah aku tidak akan mengambilnya selama-lamanya. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah membuangnya." (HR Muslim)

Pengharaman ini khusus bagi pria dan tidak bagi perempuan. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan dari Ali, bahwa Nabi SAW mengambil sebuah sutera dan menjadikannya di sebelah kanannya dan mengambil sebuah emas dan menjadikannya di sebelah kirinya kemudian beliau SAW bersabda, "Sesungguhnya kedua jenis ini haram bagi kaum pria dari umatku." (HR An Nasai dan Abu Daud)

Itulah alasan agama Islam melarang pria memakai emas, ternyata hal ini telah diketahui Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 1400 tahun yang lalu. Padahal beliau tidak pernah membelajari ilmu kimia dan fisika. Wallahu a’lam bishowab… Semoga bermanfaat 😉

 

One thought on “Manfaat dan Mudharat Unsur Emas (Aurum) menurut Islam

  1. subhanallah 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>